Menyambut Hari Raya Tahun Baru Imlek 2563, Sriwijaya Air akan
bagi-bagi doorprize di pesawat udara. Acara yang telah menjadi tradisi
event Sriwijaya Air tersebut berupa undian tiket pesawat gratis pergi
pulang (return ticket) pada rute yang sama saat pelanggan menerbangi
rute tersebut. Acara ini akan diadakan pada tanggal penerbangan 23
Januari 2012 di rute tertentu.
Sejumlah rute tersebut adalah,
Jakarta – Jambi PP (2x), Jakarta – Pontianak PP (5x), Jakarta –
Palembang PP (3x ), Jakarta – Pangkal Pinang PP (6x), Pangkal Pinang –
Palembang (2x), Jakarta – Tanjung Pandan PP (3x), Jakarta – Tanjung
Pinang PP (1x), Jambi – Batam (1x) dan Jakarta – Singapore PP (1x).
Jumlah
total frekuensi penerbangan adalah 47 kali penerbangan. “Ini adalah
bentuk apresiasi untuk pelanggan yang merayakan tahun baru imlek,” tutur
Senior Manager Corporate Comunication Sriwijaya Air, Agus Soedjono.
Agus
berharap kemeriahan tahun baru imlek menjadi semakin semarak karena
acara undian tersebut. Adapun mekanisme pengundian tiket tersebut adalah
melalui pengumpulan boarding pass pelanggan dalam satu penerbangan, dan
disaksikan bersama-sama oleh seluruh pelanggan yang terbang pada saat
itu.
Kementerian Perhubungan mengeluarkan daftar maskapai penerbangan
komersil penerbangan seringkali terlambat alias delay dari jadwal
penerbangan yang seharusnya. Dari enam maskapai penerbangan utama,
maskapai mana yang paling sering telat?
Berdasarkan data
Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara yang diperoleh
detikFinance, Senin (9/1/2012), pada periode Januari-November 2011
maskapai yang paling sering terlambat adalah Lion Air dengan angka
ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) rata-rata sebesar
66,78%.
Setelah Lion Air, sepanjang Januari-November 2011
maskapai yang paling sering terlambat penerbangannya adalah Merpati
Airlines dengan angka ketepatan waktu 68,43%.
Kemudian diikuti
dengan Sriwijaya Air dengan angka ketepatan waktu 69,87%, lalu Indonesia
Air Asia dengan angka ketepatan waktu 71,09%, dan Batavia Air dengan
angka ketepatan waktu 72,08%. Dalam data tersebut, maskapai yang paling
tepat waktu adalah Garuda Indonesia dengan angka ketepatan waktu
rata-rata teratas yakni 84,36%.
Selain itu, Direktorat Angkutan
Udara Ditjen Perhubungan Udara juga mengeluarkan data maskapai yang
paling sering melakukan pembatalan penerbangan. Selama periode
Januari-November 2011 lalu maskapai yang paling sering membatalkan
penerbangannya adalah:
1. Merpati Nusantara Airlines dengan angka rata-rata 9,21% penerbangannya dibatalkan. 2. Sriwijaya Air (4,11%) 3. Garuda Indonesia (0,82%), 4. Lion Air (0,73%), 5. Batavia Air (0,54%) 6. Air Asia (0,16%).
Seperti
diketahui, untuk mengurangi delay atau keterlambatan penerbangan,
Kementerian Perhubungan telah memberlakukan Peraturan Menteri
Perhubungan (Permenhub) No.77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut,
diantaranya soal kompensasi tunai bagi maskapai yang delay lebih dari 4
jam kepada setiap penumpangnya.
Dalam rangka menyambut liburan anak sekolah, Sriwijaya Air menyelenggarakan program Holiday For Kids, yang berlangsung pada tanggal 17 Juni 2011 s/d 11 Juli 2011. Selain untuk ikut memeriahkan masa liburan anak sekolah, program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Sriwijaya Air dalam memberikan apresiasi kepada anak-anak, khususnya untuk mereka yang selesai menempuh ujian di sekolah masing-masing. “Ini adalah bentuk hadiah untuk anak-anak usai kerja keras menempuh ujian untuk kenaikan atau kelulusan,” ujar Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication. Holiday For Kids merupakan program pemberian souvenir kepada pelanggan anak-anak yang menggunakan penerbangan Sriwijaya Air. Souvenir ini akan dibagikan pada saat berada di pesawat. Program ini hanya berlaku bagi pelanggan yang melakukan penerbangan (outgoing) dari Jakarta dan Surabaya.
Ada beberapa jenis souvenir yang telah disediakan, antara lain buggy transformation, dirt bike robot super transformation, aircraft transformable, smart car, turbo motor, dll. Souvenir yang akan dibagikan akan disesuaikan dengan persediaan. Untuk tahun ini, Sriwijaya Air telah menyediakan 21.900 pcs souvenir untuk dibagikan kepada pelanggan anak-anak.
Ceng Beng adalah ritual suci bagi masyarakat Tionghoa yang dilakukan secara
turun temurun seiap tahun sekali. Tradisi dalam bentuk “ziarah” ke makam orang tua dan leluhurnya ini, selalu memiliki keunikan untuk daerah-daerah tertentu sebagai ajang “pulang kampung” ke tempat makam leluhurnya. Daerah yang memiliki kepadatan ritual tersebut adalah Pangkal Pinang, Tanjung Pandan dan Pontianak.
Mengantisipasi permintaan pelanggan dalam rangka Ceng Beng, Sriwijaya Air
menyediakan penerbangan ekstra (ekstra flight) ke beberapa kota tujuan di atas, mulai tanggal 25 Maret sampai dengan 5 April 2011. Sedangkan jumlah seat ekstra yang disediakan adalah sebanyak 8.178 seats. Secara rinci jadwal ekstra flight yang dimaksud adalah sebagai berikut :